Alhamdulillah. Empat tahun sudah aku
mengenal kalian. Tapi boleh dibilang dua tahun sudah kita kenal lebih dekat.
Yang dulunya dekat sama yang lain, sekarang dekatnya bertujuh. Kadang aku
mikir, kenapa kok tujuh? Apa gak kebanyakan ya? Hehee.. tapi gak apa lah bakal
semakin banyak cerita jadinya. :)
Entah mulai kapan ya kita jadi bertujuh. Yang
aku ingat sih sejak Moci sama Jaja dan Lodi sama Nourma. Lho kok bisa?
Jadi begini ceritanya. Ini cerita
versi ku, kalian boleh cerita versi kalian masing masing. kalau mungkin ada
cerita yang salah atau kurang ya mohon maaf buat kalian. Dimulai dari pertama
masuk kuliah. Masih ingat gak sama F4 buatan Broto? Hahaa.. ada aku, Lodi, Pandu,
ama Broto sendiri. Seiring Broto dekat sama Ipang, saat itu juga dia mulai
memisahkan diri. Beberapa waktu kemudian entah itu semester tiga atau empat,
moci mulai kita (aku, Pandu, Lodi.red) ajak hedon. Atau lebih tepatnya Moci
banyak waktu buat kita gara-gara seringnya main futsal. Lalu tiba-tiba saja aku
dapat kabar kalo Lodi udah jadian sama Nourma. Padahal aku taunya Moci lagi
pdkt sama Jaja. Sweet.. Jadilah kita berenam. Waktu berenam kita sempet
melawat ke Mojokerto rumah tinggal Nourma. Masih ada kan foto kita di outbond
daerah pacet walau itu tanpa pandu? Nah saat itu sosok Dimas ”cengli” Setiawan
belum gumbul sama kita.
Cengli gumbul kita itu mulai kapan ya?
Tau-tau udah ada gitu aja. Hahaa.. seinget ku waktu itu ada Nora juga sebelum
dia ketemu masnya. Ku pikir kita sudah klop berdelapan, ternyata Allah kasih cuman
bertujuh, maka jadilah kita bertujuh. Kita sempet liburan ke batu secret zoo
(tanpa jaja dan pandu) sebelum akhirnya moci udahan sama jaja dan kita tetap
bertujuh. Sejak saat udah bertujuh itu kita sering wisata kuliner sampai ke
pulau seberang.
Lama setelahnya, premierlah filem 5 cm
besutan Rizal Mantovani yang menginspirasi kita untuk naik ke gunung Bromo.
Setelah persiapan yang gak lama karena mesti gagal kalo kelamaan, berangkatlah
kita ke desa terdekat untuk kemudian kita naik ke Bromo. Gak usah panjang
lebar, cerita itu cukup kita yang tau suka dukanya.
Tak lama setelah turun gunung, kita
bahkan punya rencana buat liburan ke alun-alun Kota Batu. Walau hanya makan
jagung serut dan sholat disana, tapi itu jadi yang terakhir kita liburan keluar
kota. Begitulah cerita singkat bagaimana kita bisa bertujuh dan bertahan sampai
sekarang.
Kadang sempet iri sama temen-temen
yang lain yang juga mengelompok dan punya kesamaan karakter dan sering liburan
keluar kota. Kalau yang lain bisa sampai ranu kumbolo, kita cukup dari batu
sampai bromo saja. Tapi itu tak lantas menghilangkan rasa kebersamaan kita.
Banyak cerita memang yang sudah kita torehkan, tapi masih saja terasa kurang.
Aku sempet bilang ke Pandu kalau kita
punya banyak pebedaan dan kadang sering melukai perasaan, mungkin itu juga
berlaku buat kita semua. Now we know what we are. I just want you guys to know
this togetherness is mean a lot to me. Tapi ya walau bagaimana pun kita tetap
memiliki prioritas masing masing dan tidak selamanya bisa kumpul.
Aku menulis artikel ini pada tanggal 8
Desember 2013, hari dimana aku ingin melihat wajah-wajah itu berkumpul sekali
lagi mungkin untuk yang terakhir kalinya. Hari dimana aku ingin mengadakan
syukuran atas apa yang aku peroleh dalam kehidupan ini. Keluarga yang kucintai,
teman yang kusayangi, fasilitas dan rizky yang aku dapat baru-baru ini. Semua
yang mungkin akan hilang setelah tahun baru nanti. I just don’t know how to
share and how to tell. The thing is we are different each other. Where sometimes
I found myself aren’t match with you guys. Sometimes I want to get out and find
a new place where I belong. This togetherness might be over but the friendships
are go on forever.


